Full width home advertisement

OPINI ACAK

JENAKA POS

Post Page Advertisement [Top]


Siang itu aku sedang di luar rumah ketika pesan dari istriku masuk.

Aku membukanya perlahan, seperti seseorang yang sebenarnya sudah takut lebih dulu pada isi kabar di dalamnya.

Aku bertanya tentang beras di rumah.
Bukan karena ingin memastikan stok makanan, tapi karena aku tahu beberapa hari terakhir kami hidup dari hitung-hitungan yang sangat tipis.

Lalu istriku membalas:
“Sisa satu takar mauka masak.”

Aku diam cukup lama membaca kalimat itu.

Satu takar.

Bagi orang lain mungkin itu biasa saja. Tapi bagiku, kalimat itu terdengar seperti penanda bahwa rumah kami benar-benar sedang berada di ujung persediaan.

Aku mencoba tetap tenang.

Kubalas seadanya, seolah semuanya masih aman.

Padahal saat itu aku sedang memegang sisa uang dua ratus ribu—uang yang berkali-kali kupikir sebelum disentuh. Uang yang bukan lagi soal nilai, tapi soal berapa hari lagi kami bisa bertahan.

“Ada itu uang dua ratus masih ku pegang,” tulisku pada istriku.

Lalu kutambahkan lagi:
“Nda kupake.”

Entah kenapa, setelah mengirim pesan itu, dadaku terasa sesak.

Aku seperti sedang berusaha meyakinkan istriku… padahal sebenarnya aku sedang meyakinkan diriku sendiri.

Bahwa semuanya masih bisa dilewati.
Bahwa aku masih mampu menjaga rumah ini tetap berdiri.

Di sela percakapan itu, kami masih sempat saling mengirim candaan kecil dan video seadanya. Bukan karena hidup sedang baik-baik saja, tapi mungkin karena kami terlalu lelah untuk terus-menerus menangis.

Kadang cinta dalam rumah tangga bukan tentang kata-kata manis.

Kadang cinta hanya berbentuk:
menyembunyikan panik agar pasangan tidak ikut hancur.

Aku tahu istriku juga takut.

Takut anak-anak kelaparan.

Takut besok kami tak punya apa-apa lagi.

Namun ia tetap memasak satu takar beras itu.

Membaginya menjadi enam bagian.
Dan ajaibnya, di rumah kecil kami, yang sering kekurangan segalanya… kami masih berusaha saling menguatkan dengan cara-cara sederhana.
Meski pelan.
Meski rapuh.
Meski hampir runtuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]